Beranda Persyarikatan Berorganisasi Itu Kadang Harus Dipaksa sehingga Jadi Terbiasa

Berorganisasi Itu Kadang Harus Dipaksa sehingga Jadi Terbiasa

2
BAGIKAN
Ketua PDM Kabupaten Malang Mursidi, saat memberi sambutan dalam acara Kajian Ramadhan 1437 (foto Jamroji)
Ketua PDM Kabupaten Malang Mursidi, saat memberi sambutan dalam acara Kajian Ramadhan 1437 (foto Jamroji)

PWMU.CO – Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan harus oleh militansi yang tinggi para kadernya. Iitu syarat agar bisa mensukseskan program-programnya. Keberhasilan proses militansi ini juga akan menghasilkan kaderisasi yang kuat, sehingga estafet pergerakan akan terus berjalan sesuai yang direncanakan. Militansi harus bisa ditularkan kepada anak-anak, saudara,  dan keluarga, sehingga Persyarikatan ini  berjalan secara berkelanjutan.

Hal itu disampikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang Mursidi saat memberikan sambutan pembukaan pada Kajian Ramadhan 1437 H PDM Kabupaten Malang, Ahad (19/6). “Kita harus memiiliki semangat gerakan Muhammadiyah yang militan. Dengan begitu pergerakan kita akan mengakar sampai ke generasi penerus yang akan melanjutkan estafet  Muhmmadiyah masa depan,” kata Mursidi di hadapan ratusan peserta di Gedung Teaching Factory SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang.

(Baca: Dakwah Itu Harus Padukan Pemikiran dan Tindakan Nyata dan Kisah Islamnya Firanda dan Bimbingan Ibu-Ibu Aisyiyah)

Mursidi mengatakan, dalam menjalankan roda Persyarikatan, terkadang harus digunakan prinsip dipaksa, terpaksa, dan terbiasa sebagai salah satu cara untuk bisa menggerakan, melaksanakan dan membudayakan ber-Muhammadiyah. “Ber-Muhammadiyah memang harus didasari dengan keikhlasan. Tetapi dalam suatu waktu prinsip tersebut bisa kita jalankan di saat ghirah dan militansi belum bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kadang kita harus dipaksa untuk bisa bergerak, sehingga lama kelamaan akan menjadi terpaksa mengikutinya. Keterpaksaan yang terus menerus  itu nantinya akan menjadi ‘terbiasa’ sehingga pergerakan Muhammadiyah bisa mengakar sampai hati dan bisa contohkan kepadab keluarga, saudara dan masyarakat sekitar,” papar Dosen Jurusan Manajemen UMM ini.

(Baca juga: Gerak Cepat Lazismu Kabupaten Malang dan Adakan Raker, PDM Kabupaten Malang Siapkan Program Unggulan)

Mursidi meminta kepada semua peserta yang hadir pada acara Kajian Ramadhan ini untuk bisa ikhlas memberikan waktu dalam mengikuti seluruh rangkaian acara sampai selesai. “Semoga Kajian Ramadhan ini akan memberikan asupan ilmu yang bermanfaat dan memberikan semangat dalam bermuhammadiyah untuk menjadikan masyarakat Indonesia yang berkemajuan,” kata Mursidi mengakhiri sambutan.

Kegiatan tahunan yang di selenggarakan oleh PDM Kabupaten Malang ini diikuti oleh para pimpinan Muhammadiyah, mulai Ranting sampai Cabang, serta jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Majelis/Lembaga. (Hilmi/Ridlo)

2 KOMENTAR

  1. Betul Pak Ustadz Mursidi, kadang- kadang berorganisasi harus dipaksa, seperti anak dipukul karena tdk mau sholat.
    Tapi dipaksa jangan sampai memaksa sampai mencuci otaknya, nanti seperti tersihir lho Pak. Hheehee.
    Dengan kader- kader yang militan baik dipersyarikatan maupun di ortom, mau berdakwah di Mesjid dan membangun AUM akan lebih militan dan tahan banting, sehingga lebih cepat tercapai.
    Contoh : AUM Masjid disetiap PCM, Sekolah2, Rumah Sakit, BMT/ BTM, dan Universitas Muhammadiyah Kabupaten Malang/ Universitas Muhammadiyah Mas Mansur, Malang.
    Semoga.
    Semoga.

Tinggalkan Balasan