Inilah Enam Ajaran Alquran tentang Pola Hidup Islami

Inilah Enam Ajaran Alquran tentang Pola Hidup Islami

570
0
BAGIKAN
Taufiq Ketua PDM Gresik
Ketua PDM Gresik Taufiqulloh A Ahmady dalam “Ceramah Iftitah” pada Baitul Arqam PCM GKB Gresik (foto istimewa)

PWMU.CO – Banyak ayat di dalam Alquran yang bisa dijadikan dasar sebagai pola hidup islami seseorang. Seperti yang dikatakan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik Taufiqulloh A Ahmady dalam “Ceramah Iftitah” pada Baitul Arqam PCM GKB Gresik, Jumat (17/6) kemarin.

“Ayat-ayat itu berbicara tentang pola hidup yang dikehendaki Allah. Dan saya berkeyakinan bahwa pola hidup yang seperti inilah yang perlu digunakan sebagai pedoman warga Muhammadiyah,” kata Taufiq yang mengaku berusaha mempraktikkan pola hidup itu dalam kehidupan kesehariannya.

(Baca: Inilah Prinsip-Prinsip Negara Ideal yang Dibangun Rasulullah)

Enam pola hidup yang dimaksud Taufiq adalah, pertama, hidup itu ada tujuannya. Karena itu tidak boleh digunakan sekedar untuk bersenda gurau atau bermain main, dengan kata lain hidup dengan tanpa tujuan yang jelas. “Sebelum mencipta manusia,  Allah sudah menetapkan tugas penting yang wajib dikerjakan manusia dan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya ketika manusia dipanggil kembali kehadirat-Nya,” ungkap Taufiq sambil mengutip Surat Almukminun ayat 115 dan 116.

Kedua, hidup adalah ibadah. “Allah mencipta manusia tidak lain agar mereka mau melaksanakan tugas ibadah. Seperti firman Allah dalam Surat Addzariyat ayat 56,” tutur Taufiq.

Pola yang ketiga, menurut Taufiq, didasari oleh surat Albaqarah ayat 30 dan Surat Hud ayat 61, maka tugas manusia adalah mengemban peran kekhalifahan, yang bertugas membuat kemakmuran hidup dan menjaga bumi dari segala perbuatan manusia yang dapat mendatangkan kerusakan (al fasad fil ardh)  dan pertumpahan darah antarsesama manusia (al-Safak bid-dam).

(Baca juga: Ternyata Tata Negara Bangsa-Bangsa Barat Meniru Konsep Rasulullah)

Keempat, Allah hanya memercayakan amanah bumi ini kepada hamba-hambanya yang shaleh. “Oleh karena itu para nabi dan rasul selalu meminta anak keturunan yang shaleh agar bisa melanjutkan tugas kekhilafahan,” jelas Taufiq mengutip Suart Al-anbiya ayat 104-105.

Menurut Taufiq, sifat-sifat shaleh yang dibutuhkan sebagai khalifah antara lain memiliki kekuatan fisik, kekuatan mental (iman), kekuatan ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk menciptakan keindahan-keindahan di muka bumi (kekuatan jiwa seni).

(Baca juga: Umat Islam Akan Habis jika Tak Bangkit di Bidang Ekonomi)

Kelima, misi utama seorang khalifah di muka bumi, ungkap Taufiq, adalah menyebarkan rahmat bagi alam semesta (Al-anbiya ayat 106) dan membebaskan manusia dari kesesatan (al-dhulm) menuju cahaya (annur)  atau petunjuk hidup yang jelas (Ibrahim ayat 2).

Keenam, untuk melaksanakan tugas kekhalifahan perlu dibangun kerja sama dengan pihak lain secara sungguh-sungguh (jihad). “Itulah semangat Surat  Ali Imran ayat 104,” katanya.  Menurut Taufiq, pada zaman sekarang ini kader Muhammadiyah ditantang untuk bisa bekerjasama dengan berbagai perbedaan dan mampu berkometisi tidak lagi bersifat lokal melainkan bersifat global. (MN)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan