Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Baca Puisi “Simfoni Negeri Berkemajuan”. Inilah Teks dan Videonya

90
0
BAGIKAN

PWMU.CO – Bertepatan dengan tahun baru Islam, 1 Muharram 1439 Hijriyyah, perhelatan kebudayaan dihelat oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Bertempat di Sportorium UMY, konser musik orkestra berbalut religi didendangkan, (21/9).

Selain orkestra musik, tampil dalam acara ini adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, DR Haedar Nashir, membacakan puisi. Berjudul “Simfoni Negeri Berkemajuan”, puisi ini menjadi semacam cermin bagi bangsa ini. “Menjelang Maghrib tadi, saya ngoret-ngoret dan bikin sedikit puisi,” begitu kata Haedar sebelum membacakan puisinya.

(Baca juga: Romantisme Haedar-Noordjannah: Masakan Cah Kangkung Mas Haedar Paling Disukai Anak-Anak)

Puisi “aliran” baru, begitu kata Haedar tentang puisi yang ditulisnya itu. Sebuah puisi yang tidak ketat dalam hal pakem sebagaimana pantun dan gurindam. “Saya gabungkan isinya, antara balada, epigram, dan satir tentang Simfoni Indonesia Berkemajuan,” jelas Haedar.

Secara sederhana, balada adalah sajak sederhana yang mengisahkan tentang cerita rakyat yang mengharukan. Epigram adalah puisi yang berisi tentang ajaran hidup atau tuntunan ke arah kebenaran. Sementara satir adalah gaya bahasa untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang

(Baca juga: Sudah di Bandara tapi Ketinggalan Pesawat, Begini Perjuangan Rombongan Haedar Nashir ke Banyuwangi)

Video saat Haedar Nashir membacakan puisi yang ditulisnya itu sendiri bisa diklik di video sebelum tulisan ini, direkam oleh Ahmad Labib, MH. Adapun teks puisi tersebut adalah sebagai berikut:

SIMFONI NEGERI BERKEMAJUAN
Oleh Haedar Nashir

Pada negara kota Plato berfilsafat tentang negara
Al-Farabi menggagas konsep Negara Utama
Segenap peradaban seantero buana
Menorehkan negeri cita-cita ke jagat galaktika

Di sebuah negeri kepulauan nan elok bak zamrut di khatulistiwa
Dengan ribuan etnik dan suku bangsa yang hidup berdiaspora
Allah turunkan segala anugerah-Nya yang tak berbilang
Kekayaan alam yang tak pernah habis untuk lebih tujuh turunan

Setelah 72 tahun merdeka menyeruak sederet kalimat tanya
Adakah negeri terindah ini menjelma menjadi suatu idaman
Atau sekadar serpihan kemajuan di atas tumpukkan masalah dan derita
Nan membuat rakyat resah dalam nada pasrah dan hilang harapan

Di tangan elit dan warga bangsa kini nasib Indonesia tergenggam
Tumbuhkan jiwa, pikiran, dan perangai bernegara dengan aura cinta
Agar Indonesia tak digadaikan dan tetap menjadi negeri harapan
Bagi semua insan dan golongan yang tak kenal lelah menaruh asa

Ayo, bangkitlah kaum muda dari segala angkatan
Menjadi sosok pendobrak dan pembawa kemajuan
Menanam benih inovasi dan pencerahan
Menuju Indonesia berkemajuan

Sejarah menoreh risalah kaum muda
Ashabul Kahfi sosok Al-Fata melawan rezim angkara
Muhammad muda dikenal Al-Amin terpercaya
Dan Ahmad Dahlan menyemai benih tajdid di usia muda

Tatkala hijrah Muhammad melintas rintangan dengan jiwa kesatria
Ia tinggalkan Makkah tercinta demi risalah Iqra pembuka cakrawala
Bersama kaum Anshar dan Muhajirin menjalin ikatan saudara
Membangun Yatsrib menjadi Madinah Kota Peradaban Utama

Kini lima belas abad pasca kerisalahan Islam nan gemilang
Umat muslim di penjuru buana menggelorakan syiar hijrah
Kaum muda nan belia bergelora mengemban risalah dakwah
Bangun peradaban berkemajuan nan cerah mencerahkan

Jadikan hijrah tonggak baru perubahan
Mengubah perangai-perangai kerdil menjadi mulia
Mengasah nalar cerdas berilmu melintas cakrawala
Menggoreskan tinta emas tuk Indonesia berkemajuan

Di negeri berkemajuan
Agama mengajarkan keadaban dan pencerahan
Anti kebencian, kekerasan, dusta, dan permusuhan
Menggelorakan hidup damai dan saling mencerdaskan

Di negeri berkemajuan
Laki-laki dan perempuan saling memuliakan
Meski peran sama atau berbeda
Tiada diskriminasi dan perendahan martabat sesama

Wahai kaum muda berintegritas dan cerdas cendekia
Jangan biarkan mafioso dan tangan-tangan kotor menjarah Indonesia
Juga pada sebagian elite dan politisi yang menyandera bangsanya
Demi masa depan Indonesia milik semua

Di Sportorium UMY kampus genre muda mendunia
Warga Persyarikatan dan angkatan muda menghadirkan asa
Dalam sentuhan simfoni Dwiki Dharmawan nan lembut mencerahkan
Bagi Negeri Indonesia berkemajuan

Nasrun min Allah wa Fatun Qarib

Yogyakarta,
1 Muharram 1949 Hijriyah – 21 September 2017 Miladiyah

Tinggalkan Balasan