Musyda Kota Madiun Galakkan Hidup Bersih

231
0
BAGIKAN
Prof A. Jainuri beri pengarahan pada Pembukaan Musyda Muammadiyah-Aisyiyah Kota Madiun, di Gedung Islamic Centre (19/3), yang diiringi hujan lebat (Foto: Nadjib Hamid)
Prof A. Jainuri beri pengarahan pada Pembukaan Musyda Muammadiyah-Aisyiyah Kota Madiun, di Gedung Islamic Centre (19/3), yang diiringi hujan lebat (Foto: Nadjib Hamid)

PWMU.CO – Salah satu tanda warga Muslim yang berkemajuan adalah perilaku hidupnya yang tidak merugikan orang lain. Salah satunya adalah menghadirkan pola hidup yang bersih, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Ajakan kembali menghidupkan pola hidup bersih itulah yang menjadi salah satu pesan Wakil Ketua PWM Jatim, Prof Achmad Jainuri, dalam Pembukaan Musyawarah Daerah (Musyda) PDM dan PDA Kota Madiun Gedung Islamic Center Kota Madiun, Sabtu malam, (19/3)

Pada kesempatan itu, Prof Jainuri berpesan agar warga Muhammadiyah Madiun menjadi teladan dalam segala kebajikan. Tidak terkecuali dalam memberi contoh hidup bersih kepada publik, dengan berbagai perilaku yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. Setengah bernostalgia, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini menceritakan kedatangan Islam pertama kali ke Eropa yang mampu mengubah kultur masyarakat setempat menjadi bersih, bahkan bertahan hingga sekarang melebihi banyak negara Islam.

“Sebelum Islam datang, dulu orang Spanyol itu sangat kurang memperhatikan kebersihan. Bahkan mandi pun masih jarang yang melakukannya. Tetapi setelah Islam datang, kini jadi bersih,” kata Jainuri. Kebajikan universal yang dikandung ajaran Islam itu ternyata dipertahankan orang-orang Spanyol, bahkan merambat ke seluruh Eropa, hingga kawasan itu menjadi salah satu terbersih dunia.

“Salah satu ciri nilai Islam yang berkemajuan adalah hidup bersih,” tambah Jainuri sambil mengajak warga untuk menebarkan cara hidup bersih ke seluruh masyarakat.

Dalam acara ini, Tapak Suci Putra Muhammadiyah Pimda Kota Madiun menyuguhkan penampilan atraktif yang menyemarakkan. Sebelumnya acara dibuka dengan penampilan paduan suara dari Akademi Kebidanan (Akbid)  Muhammadiyah Kota Madiun. Warga yang memadati ruangan begitu terhibur menyaksikan atraksi jurus yang disuguhkan. Bahkan, suasana dingin akibat hujan deras tak menyurutkan antusiasme.

Musyda yang mengusung tema “Gerakan Pencerahan Menuju Kota Madiun Berkemajuan” tersebut  dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun yang sekaligus membuka perhelatan Musyda kali ini. Sementara Walikota Madiun Bambang Irianto berhalangan hadir, lantaran pada waktu bersamaan menghadiri  undangan dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Selain Jainuri, perwakilan PWM yang hadir adalah Wakil Ketua, Nadjib Hamid, MSi. (aan)

 

Tinggalkan Balasan