Mahasantri Muhammadiyah Ini Diajak untuk Tidak Jadi Kelompok Kelas Dua

Mahasantri Muhammadiyah Ini Diajak untuk Tidak Jadi Kelompok Kelas Dua

509
0
BAGIKAN
Mahasantri P2M3 saat mengikuti motovasi dari Ketua MPS PP Muhammadiyah (foto istimewa)
Mahasantri P2M3 saat mengikuti motovasi dari Ketua MPS PP Muhammadiyah (foto istimewa)

PWMU.CO – Kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas. Itulah pesan-pesan kunci yang disampaikan oleh Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ir Sularno MSi, kepada mahasiswa santri (mahasantri) Panti Pesantren Mahasiswa Mandiri Muhammadiyah Malang (P2M3), di Masjid Baitul Makmur, Perum Villa Sengkaling Malang, Senin (17/10).

Sularno mengatakan, para mahasantri hendaknya selalu menjadi yang terbaik. “Jangan mau menjadi second class,” ujarnya. Untuk itu, pesannya, para mahasantri harus belajar lebih giat lagi dengan memerbanyak membaca dan menghidupkan diskusi-diskusi.

(Baca: Dari Uang Recehan, Pesantren Mahasiswi “Islamic College Aisyiyah” Malang Ini Jadi Solusi Perkaderan Muhammadiyah)

Selain itu, tambah Sularno, mahasantri perlu menanamkan keikhlasan pada diri masing-masing. “Dan rasa ikhlas itu hendaknya senantiasa diwujudkan dalam peningkatan belajarnya. Sehingga bisa meraih IPK yang bagus serta dapat mengaplikasikan ilmunya dengan baik.”

Sularno berkunjung ke P2M3 di sela-sela menghadiri “Seminar  Nasional  Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (SENASPRO) 2016” yang berlangsung di UMM. Selaku Ketua MPS, hatinya tergerak untuk melihat kondisi panti pesantren itu. “Saya wajib menjaga silaturrahmi untuk mengembangkan kewirausahaan panti dengan memperkuat sinergi dengan pihak lain termasuk Lazismu. Saya tidak ingin kehilangan kesempatan baik ini,” kata dia.

(Baca juga: Dilaksanakan Outdoor di Taman Wisata, Pelantikan Pimpinan Muhammadiyah Ini Menghipnotis Wisatawan)

Sularno hadir bersama Bambang dari Universitas Muhammadiyah Jember. Nampak juga anggota MPS Jatim Drs Imam Hambali Msi, Drs Bashrowi MSi, dan Zainal Abidin MSi. Kunjungan mendadak ini ternyata menggembirakan bagi para mahasantri. Sebab mereka dapat bertatap muka dan berdialog langsung dengan para pimpinan Muhammadiyah.

Zainal yang juga dosen UMM itu menambahkan, forum yang singkat itu diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri bagi para santri yang notabene mahasiswa UMM. Ketua P2M3 Yaswito menambahkan bahwa  panti pesantren itu ada di bawah bimbingan dan koordinasi langsung MPS Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

(Baca juga: Di Tengah Budaya Nongkrong, Anak Muda Malang Ini Bartapa” untuk Proses Pencerahan Diri)

P2M3 adalah program yang digagas oleh MPS PWM JATIM dengan tujuan agar anak panti asuhan yang studi lanjut atau kuliah di Malang masih dapat terpantau, terarah, terkordinir dalam kegiatan yang produktif. “Mereka sebagian besar adalah anak asuh dari panti-panti asuhan di Jatim yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Atau mahasiswa umum yang berkomitmen untuk istiqamah terhadap persyarikatan,” kata Yaswito.

Syarat utama untuk bisa mondok di P2M3, tambahnya, adalah alumni Panti Asuhan Muhammadiyah atau Aisyiyah. “Serta mendapat rekomendasi PCM dan PDM. Diupayakan mereka mendapatkan beasiswa studi Bidikmisi atau dalam keadaan yatim.” (Uzlifah)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR