Turba di Bumi Reog, Ketua PWM Tekankan Gerakan Kesalehan Sosial

Turba di Bumi Reog, Ketua PWM Tekankan Gerakan Kesalehan Sosial

264
0
BAGIKAN
Ketua PWM Saad Ibrahim ketika memberikan sambutan dalam acara turba di Ponorogo.
Ketua PWM Saad Ibrahim ketika memberikan sambutan dalam acara turba di Ponorogo.

PWMU.CO – Muslim sejati tidak hanya mementingkan kesalehan individu. Melainkan, dirinya juga harus menebar kesalehan sosial. Demikian kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Saad Ibrahim ketikan memberikan sambutan dalam acara konsolidasi organisasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Timur, Minggu (16/10).

Menurut Saad ,Muhammadiyah merupakan suatu organisasi yang selama ini memberikan penekanan pada dimensi kesalehan sosial. Untuk itu, kapan pun dan dimanapun, Muhammadiyah harus selalu menanam kebaikan, misalnya membangun amal usaha Muhammadiyah.

“Mengutip pernyataan seorang tokoh nasional sekaligus Islam, Hasyim Muzadi. Katanya, jika ada tiga saja orang Muhammadiyah berkumpul, maka 1-2 bulan berdirilah taman kanak-kanak, sekolah, dan amal usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya,” katanya dihadapan para tamu undangan yang memadati aula Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

(Baca: Turba PWM 2016, Ajang Konsolidasi Muhammadiyah Jatim untuk BangsaTawa dan Tangis, Dua Wajah Pak Saad di Mimbar Muhammadiyah)

Saad juga menegaskan, AUM merupakan ujung tombak dari Muhammadiyah. Kemanfaatan Persyarikatan yang dirasakan oleh masyarakat berasal dari AUM. “Maka, AUM harus di jaga dengan baik. Jangan sampai ada yang merecoki AUM,” tegas Saad.

Agenda turba PWM Jatim kali ini adalah dalam rangka sinkronisasi program PWM-PDM. Sehingga, program-program itu dapat bergerak sejalan. “PWM juga melakukan sinkronisasi program dengan pusat. Jadi gerakannya tidak parsial,” terangnya.

Selain itu turba ini juga untuk mendorong agar program-program yang sudah dibuat segera dieksekusi. Dengan demikian, gerakan tersebut akan menjadi nyata dan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Sudah harus ada jadwalnya. Biar jelas, kapan eksekusinya,” tegas Saad. (ilmi)

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR