Guru, Kurikulum yang Berjalan

Guru, Kurikulum yang Berjalan

168
0
BAGIKAN
guru
Ilustrasi.

PWMU.CO – Dalam undangan antara tertulis begini “…mohon Bapak berkenan membuka acara tersebut”.  Seperti biasanya, selepas shubuh kira-kira pukul 05.00, Mas Irji’i, Kepala Urusan Administrasi Akademik (Kaur AA) Biro Administrasi Akademik (BAA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirim pengingat (reminder) untuk beberapa agenda saya di sepanjang hari. Dari pagi, petang, hingga malam hari. Salah satu agenda yang diingatkan oleh Mas Irji’i adalah membuka acara Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru yang diselenggarakan oleh FKIP UMM, di Hotel El, Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (6/10).

Belakangan saya baru mengetahui kalau pembukaan itu baru dilaksanakan tepat pukul 12.30. Namun, Mas Irji’i dalam pengingatnya malah mempercepat 30 menit. Tentu Mas Irj’i memiliki alasan tersendiri dengan “kebijakan” yang diambilnya, yakni agar saya “alert” dan tidak terlambat.

(Baca: Ketika Profesor Harus Mengajar Siswa SD dan Hikmah Dibalik Wacana FDS: Mendikbud Sukses Ingatkan Kita untuk Kembali Peduli Pendidikan)

Alert dan tidak terlambat!. Selama ini saya mencoba konsisten pada dua hal tersebut. Jika karena satu dan dua hal dimungkinkan terlambat, saya pasti mengabari  “shahibul hajat”.  15 menit sebelum acara dimulai, Saya berpatokan pada waktu yang diingatkan Mas Irji’i, Saya sudah berada di lokasi yang tidak terlalu jauh dengan kediamanku itu.

Ternyata bukan sekedar membuka. Karena jika sekedar membuka, mungkin dengan mengambil durasi sekitar 10-15 menit sudah lebih dari cukup. Materi yang disampaikan sebagaimana lazimnya sambutan pembukaan yaitu dimulai dengan ungkapan syukur dan terima kasih. Kemudian menyampaikan harapan terhadap keberhasilan kegiatan. Lalu berikutnya ini yang paling ditunggu, yaitu pernyataan resmi bahwa acara dimulai yang ditandai dengan pembacaan bersama kalimat ‘Basmalah’. Saya nyaris melewati bagian akhir itu, yang justru penting, setidaknya secara simbolik. Kalau saja Pak Kadir yang mendampingiku dalam pembukaan  tidak mengingatkan bagian yang nyaris kulupakan itu.

Baca halaman 2

1
2
3
4
BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR