Terharu Mendengar Madrasah Muhammadiyah Bawean Belum Punya Komputer, 27 Sekolah Ini Gotong...

Terharu Mendengar Madrasah Muhammadiyah Bawean Belum Punya Komputer, 27 Sekolah Ini Gotong Royong Iuran 1000-an

576
0
BAGIKAN
Gedung Perguruan Muhammadiyah Daun Sangkapura Bawean Gresik (foto dok)
Gedung Perguruan Muhammadiyah Daun Sangkapura Bawean Gresik (foto Cak Roy)

PWMU.CO – Postingan berita berjudul Gaji Guru Muhammadiyah Rp 400 Ribu, Ketua PWM pun Menangis Haru yang diunggah di grup WhatsApp “Forkom KSM Gresik” pada Ahad, (9/10), lalu ternyata membawa berkah.

Awalnya, postingan itu lebih banyak ditanggapi dengan keprihatinan yang sama. Bahwa, di beberapa sekolah Muhammadiyah di pelosok Kabupaten Gresik, gaji gurunya juga minim, bahkan ada yang lebih rendah dari Rp 400 ribu.

Di tengah-tengah diskusi tentang masih memprihatinkannya kesejahteraan guru Muhammadiyah di daerah-daerah itu, Moc Mansur MPd, salah seorang anggota grup menyampaikan informasi bahwa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Daun, Sangkapura, Bawean, Gresik belum memiliki komputer. “Hanya ada 1 laptop. Itupun bukan inventaris sekolah, melainkan milik kepala sekolah pribadi,” kata Mansur. “Kami berharap dari grup ini ada yang terketuk hatinya untuk membantu pengadaan komputer di MIM Daun.”

Kepala SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang ini menuturkan, di beberapa SDM dan MIM Gresik sudah ada tradisi infak sukarela harian sebesar Rp 1000 dari siswa dan guru. “Bagaimana jika dalam satu bulan iuran itu kita sisihkan untuk pengadaan komputer MIM Daun?” usul Mansur. (Baca: Dari Sedekah Seribuan, Siswa Madrasah Muhammadiyah Ini Bisa Santuni 20 Dhuafa Tiap Bulan)

Gayung bersambut. Dalam waktu singkat, 27 kepala sekolah mendaftarkan ikut sekolahnya untuk program ini. Kepala Sekolah MIM Daun Mohammad Syafi’e SPdI menyambut baik usaha itu. “Terima kasih atas partisipasi teman-teman kepala sekolah. Semoga sekolah kami bisa sama-sama maju seperti sekolah di Gresik daratan,” ujarnya kepada pwmu.co, Kamis (13/10) siang.

Syafi’i menambahkan, gedung Perguruan Muhammadiyah yang menjadi tempat proses belajar mengajar memang lumayan bagus. “Itu semua berkat partisipasi warga Muhammadiyah sini. Tapi soal isi (sarana belajar), memang belum banyak yang memerhatikan.” Gedung Perguruan Muhammadiyah itu, tambah Syafi’i, jika pagi dipakai bersama dengan MTs dan MA. Dan jika sore dipakai Madrasah Diniyah Aisyiyah.

(Baca juga: Inilah Gerak Cepat Majelis Dikdasmen untuk Keunggulan Sekolah Muhammadiyah Gresik dan Majelis Dikdasmen Harus Berfikir Out of The Box agar Sekolah Muhammadiyah Punya Nilai Berbeda)

Ketua Majelis Dikdasmen PDM Gresik Ir Dodik Priyambada menyambut baik solidaritas itu. “Ini salah satu wujud semangat saling membantu antarsekolah Muhammadiyah, untuk memajukan pendidikan dan dakwah Persyarikatan Muhammadiyah. Semua dilakukan secara sukarela, spontan dan ikhlas. Semoga ke depan tetap terpelihara dan semakin kuat.”

Dodik menambahkan, beberapa sekolah Muhammadiyah memang jumlah muridnya minim sehingga penyediaan sarana prasarananya juga kurang memadai. “Ini PR kita untuk bisa mensinegikan dengan sekolah kuat lain dan di-improve sistemnya.” Baca sambungan di halaman 2 …

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR