Dirancang Jadi Wadah Perkaderan sejak Dini, Inilah Profil SD Muhammadiyah 9 Malang

Dirancang Jadi Wadah Perkaderan sejak Dini, Inilah Profil SD Muhammadiyah 9 Malang

1769
0
BAGIKAN
Gedung SD Muhammadiyah 1 Malang (foto Uzlifah)
Gedung SD Muhammadiyah 1 Malang (foto Uzlifah)

PWMU.CO – Sebuah amal usaha apabila dikelola dengan serius dan konsisten pasti akan menjadi lembaga yang berkualitas. Lebih dari itu, akan mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Demikianlah yang juga terjadi pada SD Muhammadiyah 9 Malang. Sekolah yang terletak di jalan Tumenggung Suryo No. 5 Malang ini telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Dari sekolah kecil, kini menjadi sekolah favorit. Semua itu dilakukan melalui pembenahan manajemen menyeluruh sehingga SDM 9 mampu bangkit dan semakin dipercaya oleh masyarakat luas.

Lutfi Karyono, salah satu guru yang ditemui pwmu.co menceritakan, pada tahun 2000, sekolah ini hanya mempunyai 14 siswa. “Berkat kerja sama dengan semua unsur yang ada, lambat laun siswanya semakin bertambah,” ujarnya. “Saat ini jumlah siswa sudah mencapai 600.”

(Baca: Agar Sekolah Muhammadiyah Ini Tetap Pertahankan Prestasi Nasional dan Internasional dan Dengan Full Day School, Sekolah-Sekolah Ini Sukses Gembleng Karakter Siswa)

Kini sekolah yang digawangi 60 guru dan 8 karyawan itu menjadi rujukan bagi masyarakat Malang Raya. Mereka berbondong menyekolahkan di sekolah itu. “Siswa yang inden saat ini sudah 80 siswa. Padahal masa sekolah dalam semester ganjil belum habis. Seharusnya pembukaan pendaftaran gelombang 1 baru dimulai Januari 2017,” jelas Lutfi.

Kepala Sekolah SDM 9 Sony Darmawan MPd menambahkan, program unggulan sekolah ini adalah mengutamakan keislaman, penguatan akademik, dan pengembangan minat bakat. “Dan sekolah itu diharapkan bisa menjadi  media perkaderan untuk anak usia dini.”

Ida, salah satu wali murid yang ditemui pwmu.co saat menjemput putranya, Rabu (12/10) mengatakan bahwa ia sangat puas dengan metode yang diterapkan SDM 9. “Karena sekolah ini menekankan pembentukan karakter pada anak dengan memperbanyak materi agama sebagai muatan lokal, yang dikemas dalam bentuk ekstrakurikuler. Metode ini ternyata mampu membentuk perilaku baik anak saya,” tutur dia. Baca sambungan di hal 2 …

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR