Jangan Bosan Beramal Shaleh untuk Tunjang Dakwah

Jangan Bosan Beramal Shaleh untuk Tunjang Dakwah

177
0
BAGIKAN
Prof Syafiq A. Muhgni memberi tausiyah di Pengajian Ahad Pagi PDM Kabupaten Malang. (Foto: Fahri)
Prof Syafiq A. Muhgni memberi tausiyah di Pengajian Ahad Pagi PDM Kabupaten Malang. (Foto: Fahri)

PWMU.CO – Suasana yang luar biasa tergambar dari Pengajian Ahad pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang, di SMK Muhammadiyah 2 Pagak, Ahad (9/10). Nampak kekompakan, kekeluargaan dan kebersamaan dari ratusan warga dan simpatisan Muhammadiyah yang mengikuti pengajian tersebut.

Ketua PDM Kabupten Malang Dr Mursidi MM dalam sambutannya mengajak kepada warga dan simpatisan Muhammadiyah di Kabupaten Malang, agar ikhlas berjuang mengembangkan dakwah Islam melalui Muhammadiyah. Sebagai penunjang aktivitas dakwah, lanjut Mursidi tidak kalah penting adalah agar warga Muhammadiyah senantiasa bergerak mengembangkan dan membesarkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berada di tempatnya masing-masing.

”Jangan sampai kita merasa bosan, capek, dan merasa serta lelah dalam beramal shaleh di Muhammadiyah,” ujar Mursidi dengan penuh semangat.

(Baca:Berusia 85 Tahun, Bukan Halangan untuk Belajar Baca-Tulis Quran dan Tertibkan Pegawai AUM Ber-NBM yang Tak Aktif di Kegiatan Persyarikatan)

Pengajian Inti Ahad pagi secara langsung disampaikan oleh Prof Syafiq A. Muhgni. Ulama asal Lamongan ini mengaku bangga dengan pertumbuhan dan perkembangan AUM di Kabupaten Malang. Khususnya AUM dibawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pagak.

Lebih lanjut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini mengingatkan, agar warga Muhammadiyah dapat ber-Muhammadiyah dan ber-Islam dengan sebenar-benarnya. ”Warga Muhammadiyah berkewajiban untuk selalu memperbarui keimanan dan keilmuannya. Sehingga menjadi Islam yang berkemajuan sesuai dengan akhlul al-Qur’an dan ahlul al-Sunnah,” Guru Besar UINSA Surabaya berpesan kepada para jama’ah.

Selain pengajian Ahad pagi, PDM Kabupaten Malang juga mengadakan aksi nyata peduli sesama. Aksi tersebut dilakukan dalam bentuk pemberian santunan bagi para dhu’afa dan khitanan masal. (fahri/aan)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR