Ketika Pembalap Bule ‘Menyerbu’ Panti Asuhan Muhammadiyah Kepanjen

Ketika Pembalap Bule ‘Menyerbu’ Panti Asuhan Muhammadiyah Kepanjen

786
0
BAGIKAN
Pembalap asal Inggris Lewis Cornish memberikan cinderamata kepada santri di Panti Asuhan Muhammadiyah Kepanjen (foto dok)
Pembalap asal Inggris Lewis Cornish memberikan cinderamata kepada santri di Panti Asuhan Muhammadiyah Kepanjen (foto dok)

PWMU.CO – Para santri Panti Pesantren Muhammadiyah Al Amin Kepanjen, Malang, biasanya mengisi waktu bakda Asar dengan kegiatan yang berkaitan dengan entreprenurship, seperti membikin kue atau es lilin, atau berbisnis jilbab online.

Namun, Rabu (5/10) pekan lalu, ada yang berbeda. Rombongan Bule tiba-tiba datang, lengkap dengan motorcross. Tentu, membuat mereka bingung bercampur penasaran.

(Baca: Dari Uang Recehan, Pesantren Mahasiswi “Islamic College Aisyiyah” Malang Ini Jadi Solusi Perkaderan Muhammadiyah)

Tapi, setelah pemandu lokal hadir beberapa saat dan menyampaikan maksud kedatangan mereka, barulah para santri itu nggeh. Rupanya, para bule tersebut adalah para juara pembalap FIM Asia Supermoto Champion 2016 Seri II. Pemandu kemudian menjelaskan jika sebelum bertarung di arena balapan, mereka terbiasa kunjungan sosial (social visit) dulu.
(Baca: Agar Para Santri Panti Asuhan Tak Masuk Gawat Darurat Literasi dan Trensains Akan Diadopsi untuk Panti Pesantren Muhammadiyah di Surabaya)

Ketua pelaksana FIM Asia Supermoto Champion 2016  Endi Atmo Widagdo menjelaskan, kegiatan social visit ini bertujuan untuk memohon doa agar event pada 8-9 Oktober di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang berjalan lancar. “Kami selalu membuat agenda social visit setiap event, ” ujarnya. Menurut Endi,  kunjungan sosial ini juga memberikan rasa jiwa berbagi, baik dari pembalap maupun tim lainnya. Pada sore itu, pihaknya memberikan 20 tiket free, uang, dan tas kepada santri.

Bagi santri, kunjungan ini akan membesarkan jiwa dan mental meraka. Sebab Panti Pesantren Muhammadiyah Al-Amin sudah menerapkan bilingual program. Maka saat kedatangan Bule itu akan melatih keberanian santri mengaplikasikan skill mereka dalam berbahasa Asing. Meski pada kunjungan ini santri masing nampak ragu-ragu dan minder, tidak menutup kemungkinan pada kunjungan orang asing yang kedua atau ketiga, para santri akan berani berinteraksi dengan penuh percaya diri. Saatnya Panti Pesantren Muhammadiyah Al Amin berwawasan dan ber-skill internasional. Semoga! (Nocha Iftidah, Presiden Oswah Panti Al-Amin)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR