Berusia 85 Tahun, Bukan Halangan untuk Belajar Baca-Tulis Quran

Berusia 85 Tahun, Bukan Halangan untuk Belajar Baca-Tulis Quran

227
0
BAGIKAN
semangat
Dengan kacamata hanya sebelah kanan Pak Sugeng tetap bertadarus Alquran. (Foto: Alpan)

PWMU.CO – Meski usia Pak Sugeng sudah tidak lagi muda, kini memasuki usia ke-85 tahun. Namun semangat  Pak Sugeng dalam membaca Al-qur’an tetaplah tinggi. Jamaah tertua di Masjid Manarul Islam, Sawojajar, Malang inipun tetap istiqomah untuk bertadarus Al-qur’an di masjid.

Setiap Sabtu pagi. Seusai sholat Subuh berjama’ah. Seperti biasa, Pak Sugeng hampir selalu bertadarus Al-qur’an di masjid. Ia bertadarus bersama dengan jama’ah lainnya. Pak Sugeng inipun dengan penuh semangat, tekun dan sabar dalam membaca Al-Qur’an.

(Baca: Ayu Gadis Tunanetra Itu ‘Sihir’ Peserta Kajian Ramadhan Muhammadiyah Jatim dan Ayu sang Hafidzah Tunanetra dari Panti Aisyiyah Itu, Jadi Penguji Indonesia Menghafal)

Di usianya yang sudah senja, dengan penglihatan yang sudah mulai terbatas,  agar dapat melihat dengan baik, Pak Sugeng harus memakai kacamata. Dengan kacamata inipun terkadang membuat penglihatan Pak Sugeng masih kabur dan menjadikan matanya berair. Apalagi jika tidak memakai kacamata.

Rupa-rupanya di pagi ini, (8/10) kacamata milik Pak Sugeng patah dan rusak sebelah kirinya. Namun, keadaan itu tak menyurutkan Pak Sugeng dalam bertadarus Al-qur’an. Pak Sugeng inipun akhirnya memakai kacamata hanya sebelah kanan saja, untuk dapat membaca Al-qur’an. ”Alhamdulillah. Masih bisa membaca Al-qur’an,” katanya Pak Sugeng.

Tak hanya itu, di usian senjanya seperti sekarang ini membuat pendengaran Pak Sugeng inipun sudah mulai berkurang. Namun dengan segala keterbatasannya, Pak Sugeng tetap mecinta Al-qur’an.

(Baca juga:Inilah Enam Ajaran Alquran tentang Pola Hidup Islami dan Ini Dia Dua Hafidz Bersanad, Santri Muhammadiyah Madura)

Pak Sugeng dalam satu kesempatan pernah menuturkan, dahulu keyakinan yang dianutnya adalah aliran kebatinan. Bahkan, diakui Pak Sugeng sempat berpindah dari pemeluk aliran kebatinan menjadi pemeluk Agama Katolik.

Namun di usia ke-32 tahun, hidayah datang menghampiri Pak Sugeng yang pada akhirnya menemukan Islam dan dengan mantap menjadikan Islam sebagai agamanya. Hingga sekarang. ”Insya Allah. Saya tetap Islam hingga akhir hayat.  Amin,” pungkasnya.  (alpan/aan)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR