Jangan Jadikan AUM Hanya sebagai Ladang Pekerjaan!

Jangan Jadikan AUM Hanya sebagai Ladang Pekerjaan!

682
0
BAGIKAN
Wakil Ketua PWM Jatim Nadjib Hamid saat memberikan materi dalam acara Baitul Arqom di RSML.
Wakil Ketua PWM Jatim Nadjib Hamid (berdiri) saat memberikan materi dalam acara Baitul Arqom di RSML.

PWMU.CO – Amal Usaha Muhammadiyah jangan hanya dijadikan ladang pekerjaan. Tapi juga harus dijadikan sebagai ladang amal dan dakwah. Demikian disampaikan Ketua MPK PDM Lamongan Fathurrahim Syuhadi dalam acara Baitul Arqam Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML).

Dia menambahkan, AUM harus menjadi rumah dakwah yang menggembirakan dan mencerahkan. Begitu juga dengan RSML. Semua warga RSML harus menjadi pelaku dakwah Muhammadiyah yang santun dan komunikatif. Sehingga pasien dan keluarganya bisa tercerahkan dari problem hidup yang dialaminya.

“Wajib hukumnya karyawan RSML menjadi kader Muhammadiyah sejati yang bisa mewujudkan cita-cita dakwah Muhammadiyah secara kaffah. Kalian harus bisa aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan Muhammadiyah di ranting atau cabang,” ujarnya di depan peserta Baitul Arqam.

(Baca: Haedar Nashir: Ideologisasi Bagi Amal Usaha Muhammadiyah dan Inilah 3 Prinsip Bekerja pada Amal Usaha Muhammadiyah)

Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Nadjib Hamid yang juga diundang dalam acara tersebut mengatakan bahwa berdakwah itu dibutuhkan ilmu komunikasi. Jangan gampang menjustifikasi benar dan salah. Karena kesalahpahaman tafsir praktik beragama akan semakin menjauhkan kebenaran hakiki.

Dia menambahkan, ciri kader Muhammadiyah sejati itu selalu menebar, menginisiasi, dan menjadi inspirasi kebaikan bagi orang lain. Artinya, senantiasa melahirkan kebaikan dan manfaat bagi lingkungan sosialnya. ”Toleransi juga penting. Jadi, jangan membuang bingkisan tahlilan di depan rumah orang yang memberikan,” katanya.

Nadjib menambahkan bahwa perbedaan faham agama jangan mempengaruhi silaturahmi. Hubungan sosial warga Muhammadiyah kepada orang lain atau kelompok jamaah lainnya harus tegas sekaligus luwes.

“Maksudnya tidak melaksanakan dan mengikuti yang dirasa keliru. Tapi luwes memandang perbedaan pemikiran faham agama tersebut dengan tidak saling menyakiti sesama. Dan, tetap menjaga hubungan sosial dengan baik dalam perbedaan,” jelas Nadjib.

(Baca: 5 Kunci agar Amal Usaha Muhammadiyah Bisa Menangkan Persaingan dan 7 Kiat Mengelola Amal Usaha sebagai Penopang Dakwah)

Dia mencontohkan kepribadian Din Syamsuddin sebagai sosok yang komunikatif dan santun dalam menyampaikan ajaran Agama Islam. Din Syamsuddin mampu bergaul dengan siapa pun. Dari artis, tokoh ormas, agama bahkan Paus Franciscus.

Acara yang bertempat di Balai Kesehatan Muhammadiyah Lamongan ini berlangsung pada tanggal 2 – 3 Oktober 2016. Peserta yang mengikuti Baitul Arqam ini mencapai 57 orang. Adapun penyelenggara acara adalah MPK PDM Lamongan. (nafi/ilmi)⁠⁠⁠⁠

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR