Ketika Para Jenderal Bertumbangan dalam Teatrikal Kesaktian Pancasila

Ketika Para Jenderal Bertumbangan dalam Teatrikal Kesaktian Pancasila

253
0
BAGIKAN
Teatrikal Hari Kesaktian Pancasila oleh SMP Muhammadiyah 15.
Teatrikal Hari Kesaktian Pancasila oleh SMP Muhammadiyah 15.

PWMU.CO – Peringatan  Hari Kesaktian Pancasila, Sabtu lalu (1/10), diikuti oleh seluruh siswa SMP Muhammadiyah 15 Surabaya dan MI Muhammadiyah 25 Surabaya dengan antusias. Selain upacara, acara peringatan tersebut juga diisi dengan pertunjukan teatrikal drama kolosal peristiwa G30 S PKI oleh tim teater SMP Muhammadiyah 15.

Dalam teatrikal itu ditampilkan bagaimana para jenderal bertumbangan dalam peristiwa G30 S PKI. Anak-anak begitu antusias dan terharu ketika melihat aksi kolosal para jendreal yang dengan gagahnya rela mengorbankan jiwa dan raga untuk tetap tegaknya NKRI. Usai pertunjukan teater, acara dilanjutkan dengan pembagian bendera dan slogan NKRI harga mati kepada masyarakat. Tujuan pembagian ini adalah untuk memberikan pesan bahwa dengan bersatu Indonesia akan tetap maju dan tidak akan dipisahlkan oleh apapun.

Sementara itu, sebagai inspektur upacara, Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran Khatam Susanto menyampaikan bahwa Hari Kesaktian Pancasila harus dijadikan momen untuk lebih semangat dalam belajar, bekerja dan berkarya.

(Baca: Teater Sekolah Muhammadiyah Ini Wakili Polres Gresik untuk Lomba Tingkat Jatim dan Parikan Spontanitas Seniman Muhammadiyah Gresik Ini Kritis tapi Bikin Gerr …)

Dia juga menyampaikan bahwa upacara yang dilaksanakan pada hari Jumat 1 Oktober 2016 ini sebagai wujud untuk mengenang kembali adanya tragedi nasional yang populer dengan sebutan G 30 S/PKI tahun 1965. “Kejadian ini telah memakan korban gugurnya beberapa Jenderal TNI-AD dan seorang Pama TNI-AD akibat kejamnya ulah anggota PKI,” katanya saat memberikan amanat upacara.

Upacara yang digelar di lapangan SMP Muhammadiyah 15 Surabaya ini kali ini mengambil tema ‘kerja nyata untuk mencapai kemajuan pendidikan Kenjeran.’ Tujuan dari upacara ini adalah agar anak-anak tahu dan bisa menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

“Karena itu tugas anak-anak adalah dengan kerja nyata, yakni belajar. Sehingga, diharapkan dapat mencapai cita-cita untuk menggantikan roda kepemimipinan ke depan,” terang Khatam Susanto.

Dia juga berharap, seluruh tim sekolah bekerja keras untuk menggapai cita-cita yang tinggi, agar menjadi insan yang sukses di dunia dan di akhirat. “Ini sesuai dengan firman Allah yang artinya: Orang yang paling mulia adalah orang yang bertakwa,” ujarnya. (fu’adah/ilmi)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR