Din Syamsuddin: Kebiadaban Membuang Bayi Marak, Aisyiyah Harus Bertindak

Din Syamsuddin: Kebiadaban Membuang Bayi Marak, Aisyiyah Harus Bertindak

1050
0
BAGIKAN
Din Syamsuddin saat memberikan ceramah dalam Tabligh Akbar PWA Jatim dalam rangka refleksi tahun baru hijriyah.
Din Syamsuddin saat memberikan ceramah dalam Tabligh Akbar PWA Jatim dalam rangka refleksi tahun baru hijriyah.

PWMU.CO – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin saat ceramah di acara Tabligh Akbar Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) di Masjid Al-Akbar Surabaya, Ahad (2/10), menyampaikan kegeramannya terhadap maraknya kasus pembuangan bayi. Menurutnya, anak adalah amanah penuh cinta dari Tuhan yang harus dijaga dan dirawat dengan penuh tanggung jawab.

Dalam tabligh akbar bertema Mendidik Anak dengan Cinta ini, Din menjelaskan bahwa anak tidak hanya hasil cinta antar manusia. Tetapi ia juga merupakan karya cinta yang tidak biasa dari Tuhan.

“Tuhan dalam menciptakan manusia itu penuh dengan cinta. Bukan cinta yang biasa, seperti cinta makhluk. Tetapi cinta yang lebih dari apapun,” terang Din.

(Baca: Inilah Pidato Din Syamsuddin di Depan Paus Fransiscus dan Tokoh-Tokoh Agama Dunia di Italia dan Ini Kisah Din Syamsuddin saat Disomasi Kelompok Atheis)

Untuk itu, kata Din, orang tua yang membuang anaknya berarti manusia yang membuang cinta Tuhan. Mereka adalah orang tua yang tidak amanah. “Beberapa waktu lalu juga ada kasus pembuangan bayi di buang di Jawa Timur. Kemudian diambil rumah sakit Banyuwangi,” katanya.

Din mendorong Aisyiyah agar berlomba-lomba dalam merawat bayi-bayi yang dibuang oleh orang tuanya. Hal itu sebagai sikap Aisyiyah dalam menjaga amanah illahi.

“Anak adalah amanah illahi. Dia diciptakan dengan penuh cinta. Ia berproses dari cinta antara dua manusia. Kemudian disimpan dalam rahim yang dalam bahasa berarti cinta. Maka dari itu, anak juga harus diperlakukan dengan penuh cinta,” tegasnya.

(Baca: Din Syamsuddin: Ada Corporate Asing Ancam Akan Hancurkan MuhammadiyahCerita Din Syamsuddin Tentang Agama Setan dan Ritual Seks)

Untuk itu, Din berharap panti asuhan Aisyiyah berperan lebih dalam menangani masalah ini. Aisyiyah Jawa Timur perlu memberikan perhatian lebih kepada panti-panti bayi yang dimiliki.

“Di Bandung ada panti bayi milik Aisyiyah yang sangat baik kualitasnya. Mudah-mudahan di Jawa Timur juga ada yang seperti itu. Intinya, Aisyiyah harus memperhatikan anak-anak terlantar yang haus dengan kasih sayang,” harapnya. (ilmi)   

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR