Hijrah Mengajarkan, Tidak Ada Jalan Buntu dalam Kehidupan Ini

Hijrah Mengajarkan, Tidak Ada Jalan Buntu dalam Kehidupan Ini

562
0
BAGIKAN
Nur Cholish Huda di hadapan jamah Pengajian Ahad Pagi Masjid Attaqwa WSI (foto Nurfatoni)
Nur Cholish Huda di hadapan jamaah Pengajian Ahad Pagi Masjid Attaqwa WSI (foto Nurfatoni)

PWMU.COLife is beautiful. Hidup itu indah. Karena itu jalani hidup dengan penuh kebahagiaan. “Urip ojo sambat, ojo nelongso.” Demikian pesan yang disampaikan penulis buku inspiratif Nur Cholish Huda pada ratusan jamaah Pengajian Ahad Pagi, di Masjid Attaqwa, Sidojangkung, Menganti, Gresik, Ahad (2/10).

Kenapa umat Islam tidak boleh sambat (mengeluh) dan nelongso (sedih)? Berkaca pada hijrah Nabi Muhammad, Nur Cholish menjelaskan bahwa tidak ada jalan buntu dalam hidup ini. Artinya tidak ada masalah dalam hidup yang tidak dapat diselesaikan. “Hijrah mengajarkan pada kita untuk selalu mencari alternatif baru,” kata Nur Cholish sambil menunjukkan peta jalan yang dilalui Nabi saat hijrah dari Mekkah ke Madinah. Menurutnya, jalur hijrah Nabi itu tidak lazim, berbeda dengan jalur pada umumnya. “Untuk itu, Nabi harus berputar arah dan menyusuri jalan berbukit yang terjal dan mendaki.”

(Baca: Kunci Hidup Sukses: Mengubah ‘Tetapi’ Menjadi ‘Meskipun’ dan Ketika ‘Kasih Ilahi Tak Bertepi’ Membuat Air Mata Bercucuran)

Penulis buku Islam Itu Mudah dan Indah ini juga menjelaskan bahwa tekanan yang diberikan kaum Quraisy terhadap Nabi dan Sahabat, termasuk faktor yang mendorong keberhasilan hijrah. Hal itu memberi pelajaran bahwa dalam keadaaan kepepet (tertekan, terpaksa), biasanya muncul ide atau alternatif baru. “Itulah kekuatan tekanan. The power of kepepet.”

Selain mengambil semangat “tidak ada jalan buntu dalam kehidupan ini”, hijrah juga mengajak manusia untuk memiliki perilaku kebaikan yang baru. “Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan keburukan,” jelas Nur Cholis mengutip hadist riwayat Ibnu Hibban.

(Baca juga: Hidup Jadi Indah karena Ada Kejadian Tak Terduga dan Kenapa Rumput Tetangga Bisa Tampak Lebih Hijau? Berikut Penjelasannya)

Dengan semangat itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim itu mengajak jamaah pengajian untuk meninggalkan sikap-sikap buruk menjadi akhlak terpuji. “Dengan hijrah ini mari kita berubah dari berperilaku kasar menjadi lembut. Dari benci jadi cinta; dari malas berubah rajin. Dari korup menuju jujur. Dari kikir menjadi dermawan.”

Dalam kajian yang dihadiri jamaah dari bererapa perumahan di sekitar Menganti ini, Nur Cholis juga membedah bukunya yang berjudul Kasih Ilahi Tak Bertepi. Pengalam hidup yang diceritakan dari buku yang berisi kisah inspiratif penuh keajaiban itu, membuat beberapa jamaah terlihat berkaca-kaca matanya. (MN)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR