Jatuh di Sungai saat Hendak Wudlu, Kader Terbaik HW-IPM Berpulang

Jatuh di Sungai saat Hendak Wudlu, Kader Terbaik HW-IPM Berpulang

17081
0
BAGIKAN
Almarhum Ghofurur Rahim
Almarhum Ghofurur Rahim

PWMU.CO – Kabar duka menimpa civitas SMA Muhammadiyah 1 Babat. Salah satu siswa terbaiknya yang juga kader terbaik HW dan IPM Ghofurur Rohim (17) telah berpulang. Siswa kelas XII IPA 2 asal Desa Singkul Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan ini meninggal di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, Jumat (30/9), pukul 00.30, usai berjuang melawan masa kritis sejak 23 September lalu.

Sebelum di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, almarhum sempat dirawat di RSUD Tuban. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini dirawat, karena mengalami kecelakaan di Sungai Desa Boto, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Almarhum mengalami musibah seminggu lalu (23/9) pukul 11.30. Saat itu, alumni SMPM Godog dan kawan-kawannya ini sedang melaksanakan kegiatan gabungan Latihan Kepemimpinan Penghela ( LKP) DA HW (Dewan Amaliyah Hizbul Wathan) antara SMAM 1 Babat dan SMKM 5 Babat di Boto, Semanding, Tuban.

(Baca: Pulang dari Penggalangan Dana untuk Banjir Garut, Ketua LPB Madiun Wafat dalam Kecelakaan Lalu Lintas)

Sekitar pukul 11.30, almarhum dan peserta lainnya sedang persiapan melaksanakan jamaah Sholat Jum’at. Mereka mengambil wudhu di sungai yang ada di sekitar lokasi kegiatan. Sungai tersebut dipenuhi banyak batu cadas.

Nahas, saat Ghofurur Rohim menginjak batu sungai untuk mendekati air, tanah di sekitarnya longsor. Akibatnya, dia pun terjatuh di dasar sungai, kemudian tertindih batu yang menggelinding dari lereng sungai.

Melihat kejadian tersebut, para panitia dan peserta pun segera menolong almarhum. Mereka dibantu warga setempat melakukan evakuasi dan segera mengirim korban ke RSUD Tuban.

(Baca: IMMawati Nurrima Dini Elysa, Ketua IMM Komisariat Psikologi UMSurabaya, Meninggal Akibat Kecelakaan dan Korban Wafat Kebakaran Truk BBM Pertamina di Tol Sidoarjo Warga Muhammadiyah)

Karena keterbatasan fasilitas dan butuh penanganan cepat, korban dirujuk ke RSML (Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan) untuk selanjutnya dilanjutkan tindakan medis berupa operasi.

Sejak kejadian tersebut, aktivis yang melalui pendidikan dasarnya di MI Muhammadiyah Singkul ini terbaring di ruang ICU Rumah sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) dengan kondisi tidak sadarkan diri.

Dalam masa perawatan itu, civitas akademika SMAM 1 Babat dan Lazismu membentuk tim penggalangan dana. Namun sayang, Almarhum akhirnya meninggal dunia sebelum sempat diberikan penanganan dan bantuan lebih lanjut.

(Baca juga: Mizan Nulkhaq, Dokter Muda UMM Ini Meninggal dalam Kecelakaan saat Pergi Koas ke RSML dan Kecelakaan di Ponorogo, Istri Sekretaris PDM Purworejo Wafat)

Menurut Wakil Kepala Sekolah SMAM 1 Babat, Ali Ahmadi, almarhum merupakan siswa yang aktif dalam berbagai kegiatan. Selain kegiatan di sekolah, dia juga aktif menggerakkan remaja-remaja di desanya dan sering memberi khutbah atau pengajian di kalangan remaja.

“Almarhum itu pengurus Dewan Sughli Kwarda HW Lamongan. Di SMAM 1 Babat dia menjabat Ketua Bidang ke-HW-an. Selain itu, dia juga aktif di PR. IPM SMAM 1 BABAT dan PC. IPM LAREN. Jabatan terakhir di IPM adalah Wakil Ketua Bidang PIP. Kami merasa sangat kehilangan, karena dia adalah termasuk kader terbaik. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” harapnya. (ilmi)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR