107 Tahun Muhammadiyah Mengawal Perjalanan Bangsa Indonesia

107 Tahun Muhammadiyah Mengawal Perjalanan Bangsa Indonesia

740
0
BAGIKAN
pdm-sumenep
Sulthon Amien dalam peringatan Milad Muhammadiyah 107 di Kabupaten Sumenep. (foto: Zuki)

PWMU.CO – Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-107,  Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) bersama dengan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sumenep mengadakan ‘Kajian Kebangsaan’, di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Sumenep, Ahad (25/9). Kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan” ini menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhmmadiyah (PWM) Jawa Timur Sulthon Amien sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya Sulthon menyampaikan, Muhammadiyah yang berdiri sejak tahun 1912 ini memiliki sumbangsih dan andil besar bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Di masa penjajahan, lanjut Sulthon, pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan melakukan agitasi dengan cara menyadarkan umat bahwa bangsa Indonesia sedang dijajah. Umat pun disadarkan untuk bangkit berjuang melawan penjajah dan merebut kemerdekaan.

(Baca: Penebar Visi Islam Berkemajuan di Madura dan PDPM Sumenep Pelopor Kemajuan)

Muhammadiyah, lanjut Sulton juga berperan besar dalam mengisi masa kemerdekaan Indonesia. Muhammadiyah melalui gerakan amal usahanya berupaya untuk memajukan masyarakat Indonesia melalui pendidikan dan kesehatan. ”Bisa dibayangkan seandainya tidak ada Muhammadiyah, barangkali sampai saat ini bangsa Indonesia tetap terbelakang, belum merdeka dan tetap terjajah,” katanya.

Sulton menerangkan, ada dua hal yang membuat KH Ahmad Dahlan memperoleh gelar sebagai Pahlawan Nasional. Pertama, karena perjuangan KH Ahmad Dahlan menyadarkan masyarakat untuk berani melawan penjajah dan menjadi bangsa yang merdeka. Kedua, karena dari aktivitas dakwah KH Ahmad Dahlan bersama Muhammadiyah. ”Cara berjuang KH Ahmad Dahlan inilah yang harus bisa menjadi teladan bagi warga Muhammadiyah, khususnya di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Di akhir sesi Sulthon mengatakan, agar Muhammadiyah Sumenep menjadi besar, maka harus ada kerjasama dan sinergi yang baik antara PDM, PDA beserta ortom lainnya. ”Harus kompak dan jangan berjalan sendiri-sendiri,” pesanya.(zuki/aan)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR