Kepala Chef Restoran Sushi di Amerika Ini Alumni SMK Mutu Gondanglegi

Kepala Chef Restoran Sushi di Amerika Ini Alumni SMK Mutu Gondanglegi

1815
0
BAGIKAN
Rahman Prananto (foto repro)
Rahman Prananto (foto repro)

PWMU.CO – Rahman Prananto tak pernah menyangka ia akan menjadi kepala chef restoran sushi di Virginia, Amerika Serikat. Sebab, untuk menjadi chef masakan khas Jepang itu tidaklah mudah, apalagi di Amerika Serikat. Persaingannya sangat ketat.

Selama tujuh tahun, alumni tahun 2003 SMK Muhammadiyah 7 (Mutu), Gondanglegi, Malang, itu belajar dengan tekun di kedai dan restoran sushi. Kemudian dipercaya menjadi supervisor, store manajer, chef, dan akhirnya menjadi kepala chef sushi.

(Baca: Inilah SMK Muhammadiyah yang Siswanya Diburu Dunia Kerja Sebelum Lulus dan Siswa SMK Rujukan Nasional Ini Raih Special Award Chef Robotic Tingkat Internasional)

Dengan menjadi kepala chef, pria asal Bantur Malang Selatan ini memiliki penghasilan sekitar Rp 50 juta per minggu. Tapi Rahman tak mau gegabah dalam mengelola keuangan. Dari hasil kerja selama 11 tahun di AS, Rahman kini bisa mengembangkan usaha kost di Perum Bukit Cemara Tujuh, Kota Malang.

Tidak itu saja. Berbekal keahlian, pengalamannya, dan uang yang ditabungnya, tahun depan, Rahman yang saat ini masih berada di Fairfax Virgenia AS ini, berencana mendirikan restoran sushi di Jakarta, Surabaya, dan kota besar lainnya di Indonesia.

Kepada pwmu.co Ahad (25/9), Kepala SMK Mutu Pahri SAg MM mengatakan bahwa saat sekolah, nilai akademik Rahman biasa-biasa saja. Namun demikian ia termasuk siswa yang rajin,  tekun, dan ulet. “Jurusan yang diambil Rahman Teknik Kendaraan Ringan, tidak ada hubungannya dengan masak-memasak,” ujar Pahri bercanda.

(Baca juga: Siswa SMK Muhammadiyah Gondanglegi Sabet Juara Kempo Nasional dan SMK MUTU Gandeng Bhehaestex untuk Rekrut Alumni yang Belum Bekerja)

Pahri menambahkan, sebagai pendidik ia sadar bahwa setiap anak punya potensi, bakat, dan minat yang berbeda-beda. “Kadangkala kariernya tidak mesti sejalur dengan jurusan yang dipilih waktu di SMK.” Karena itu, kata Pahri, anak didik sebaiknya juga dibekali dengan nilai-nilai universal pendidikan dan karakter diri yang unggul, di samping diperkuat kompetensi keahliannya.

“Setelah sukses di AS semoga Rahman juga sukses di Tanah Air. Tidak lagi sebagai chef tapi sebagai pengusaha sushi,” harap Pahri.

Selamat Ananda Rahman,  untuk memulai  memberi manfaat yang lebih besar bagi orang lain. (Bi/MN)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR