Sekolah Kebangsaan untuk Mencerdaskan Pelajar Indonesia

Sekolah Kebangsaan untuk Mencerdaskan Pelajar Indonesia

612
0
BAGIKAN

poster-bannerPWMU.CO – Pelajar seakan kehilangan entinitasnya sebagai kaum terdidik. Tidak ada lagi patron kuat yang dapat dijadikan inspirasi dan suri tauladan. Mirisnya lagi moral pelajar semakin terdegradasi. Menyikapi itu, Pimpinan Wilayah  Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur menghadirkan Sekolah Kebangsaan, Ahad (25/9) besok.

Menurut Ketua Umum PW IPM Jatim Wahyi Ba’dal fitri, untuk membangun kembali moralitas dan mental para pelajar Indonesia, maka sangat dibutuhkan ‘Gerakan Pencerdasan’ semacam ini. ”Jika sikap negatif pelajar ini tetap dibiarkan, maka bangsa ini akan semakin hancur. Tidak akan lagi agen perubahan. Untuk itu diperlukan penyegaran kembali semangat dari pelajar Indonesia untuk melakukan sesuatu yang positif,” ujarnya.

(Baca: 3 Tertib untuk Membina Pribadi Pelajar dan IPM Deklarasikan Pelajar Anti Narkoba)

Gerakan Pencerdasan yang digagas ini, lanjut Wahyi merupakan salah satu bagian dari perwujudan pemaknaan dari Trilogi Gerakan IPM. ”Gerakan itu merupakan salah satu bentuk aktualisasi IPM untuk dapat berkontribusi bagi bangsa,” paparnya

Sekolah Kebangsaan PW IPM Jatim, di Aula KH Mas mansur PWM Jatim ini, bakal menghadirkan tiga pembicara, yakni jurnalis senior Media Indonesia Faisol Taselan, Drs E. Jonatan Judyanto, MMT dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim dan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Suli Da’im MM, yang tidak lain adalah Ketua LHKP PWM Jatim.

(Baca juga: IPM Tularkan Virus Dakwah Kreatif pada Kader dan Mindset Berkemajuan Pelajar Muhammadiyah)

”Tiga pemateri yang berasal dari latar belakang yang berbeda itu, diharapkan mampu mendorong para pelajar agar kembali mendapatkan ruhnya sebagai kaum terdidik dan sebagai agen perubahan untuk kemajuan bangsa ini,” terang Ketua Pelaksana Eko Nur Saputro.

Pria kelahiran Gresik ini menambahkan, Sekolah Kebangsaan ini akan berlanjut dengan pertemuan intens dan sederhana dengan pembahasan yang lebih serius dan lebih detail lagi. ”Karena sekolah ini dibangun bukan secara fisik, namun membangun mental pelajar menjadi lebih baik, lebih terdidik dan berkemajuan. Maka akan ada aksi untuk mengarahkan pelajar agar senantiasa berprilaku positif dalam membangun bangsa ini.” ucapnya. (novi/aan)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR