Saatnya Mahasiswa Jadi Martir Dakwah di Madura

Saatnya Mahasiswa Jadi Martir Dakwah di Madura

515
0
BAGIKAN

 

Ketua Cabang IMM Bangkalan Syarif Hidayatullah bersama Ketua Cabang demisioner Eko Prasetyo
Ketua Cabang IMM Bangkalan Syarif Hidayatullah bersama Ketua Cabang demisioner Eko Prasetyo

PWMU.CO – Musyawarah Cabang (MUSYCAB) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bangkalan memutuskan Syarif Hidayatulloh sebagai Ketua Umum Pimpinan Cabang Bangkalan untuk periode 2016-2017. Dia terpilih setelah rapat anggota formatur secara tertutup memutuskannya.

Sosok Syarif sebagai aktivis pergerakan terbilang cukup baru. Perjalanan perjuangannya diwarnai dengan merintis serta mendirikan komisariat baru di Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura sebagai bagian dari komisariat IMM di Cabang Bangkalan. Karir organisasinya di tingkat daerah diawali sebagai ketua Bidang Hikmah PC IMM Bangkalan periode 2015-2016. Dia juga menjadi salah satu bagian dari pimpinan 13 formatur terpilih dalam Musyawarah Daerah (MUSYDA)  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur Mei 2016 yang lalu.

(Baca: IMM Bangkalan Lahirkan Kopi Sang Surya dan Menggeliatkan Gerak Muhammadiyah di Bumi Madura)

Menurut Syarif, IMM akan menjadi organisasi otonom Muhammadiyah yang mampu mewujudkan kehendak serta cita-cita Muhammadiyah. “Ada banyak problem sosial yang tengah dihadapi masyarakat. Hal tersebut menuntut Muhammadiyah untuk selalu ada dan memberikan solusi. Memandang keadaan yang terjadi saat ini menggambarkan bahwa pemerintah tampak tidak bersungguh-sungguh dan terkesan tebang pilih dalam menuntaskan problem yang ada. Pada posisi ini, IMM akan menjadi “Martir Dakwah Sosial” sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amal serta usaha Muhammadiyah,” tegasnya.

Dia menambahkan, IMM Bangkalan harus mampu mengambil peran dalam mewujudkan perubahan di Bangkalan. Dalam kondisi minoritas IMM Bangkalan harus menjadi contoh serta haluan bagi organisasi yang lain dalam melakukan gerakan perubahan dan penyadaran di masyarakat atas adanya kebijakan “public policy” yang tidak pro rakyat.

Perlu diketahui, bahwa Syarif adalah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura yang saat ini masih menempuh semester tujuh. Pria kelahiran Kota Gresik 21 tahun yang lalu ini juga tercatat pernah menimba ilmu di Universitas Padjajaran Bandung selama satu semester dalam program pertukaran Mahasiswa antar Perguruan Tinggi Negeri. Dia dikenal sebagai aktivis Muda yang kritis terhadap isu-isu sosial dan concern terhadap permasalahan pendidikan. (ilmi)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR