Ketika ‘Kasih Ilahi Tak Bertepi’ Membuat Air Mata Bercucuran

Ketika ‘Kasih Ilahi Tak Bertepi’ Membuat Air Mata Bercucuran

571
0
BAGIKAN
Suasana bedah buku "Kasih Ilahi Tak Bertepi" karya Nur Cholis Huda di UMSurabaya (foto Dede)
Nurma (kiri) bersama penulis “Kasih Ilahi Tak Bertepi” Nur Cholis Huda (batik hijau) usai bedah buku di UMSurabaya (foto Dede)

PWMU.CO – Bagaimana rasanya jika Anda rindu punya anak tetapi sampai 10 tahun lebih usia pernikahan, belum mendapatkanya? Itulah yang dialami suami istri Achmad Zakaria dan Nur Mukarromah. Namun akhirnya, setelah menanti dan berikhtiar panjang, pasangan ini pun dikaruniai anak.

Cerita di atas adalah salah satu dari kisah-kisah penuh keajaiban sebagai bentuk kuasa dan kasih Tuhan yang ada dalam buku “Kasih Ilahi Tak Bertepi”. Buku bersampul merah menyala terbitan Hikmah Press Surabaya itu, Kamis (16/6/16) siang, dibedah penulisnya, Nur Cholis Huda, di Gedung G Lantai 6 Universitas Muhammadiyah Surabaya.

(Baca: Kisah Pak AR Ajari Mahasiswa Cara Hadapi Kristenisasi dengan Jurus Cerdas dan 7 Resep Murah Meriah Membangun Keluarga Sakinah)

Nur Cholis mengatakan, buku ini terinspirasi oleh kisah nyata yang dialami salah satu dosen di UMSurabaya. “Dari kisah ini kemudian membuat saya menulis buku tersebut,” ujar penulis produktif yang telah menghasilkan puluhan karya buku, di antaranya Rumput Tetangga Tidak Lebih Hijau dan Islam Itu Mudah dan Indah.

“Kisah salah satu dosen di UMSurabaya ini juga menjadi inspiratif bagi kita, yang sampai ini belum mempunyai anak,” ungkap Nur Cholis. Kisah ini, tutur Nur Cholis, dialami oleh Nurma, panggilan Nur Mukarromah, semenjak 12,5 tahun berumah tangga.

“Usaha untuk memiliki anak, mulai dari medis, alternatif, herbal, dan massage sudah dilalui oleh pasangan suami istri ini. Akan tetapi masih belum membuahkan hasil,” kata Nur Cholis. Cerita singkatnya, Nurma kemudian dikarunia anak (hamil ) setelah menolong orang sakit yang pada saat itu akan melahirkan dan membawanya ke rumah sakit.

(Baca juga: Kisah Mbah Saturi, Wonder Women Sepuh dari Gondanglegi dan Cara Nyai Ahmad Dahlan Mendidik Anak)

Najib Hamid yang menjadi pembahas mengatakan bahwa tulisan Nur Cholis Huda biasanya sudah ditunggu tunggu oleh banyak orang, khususnya di kalangan Muhammadiyah. “Karena tulisan Pak Nur ini sangat mudah dipahami, baik oleh remaja maupun orang dewasa. Dan bukunya biasanya merupakan kisah-kisah inspiratif,” kata Nadjib.

Menurutnya, seorang penulis itu bangga ketika tulisannya sudah terbit dan dibaca orang. Lebih membanggakan lagi, kata Nadjib, jika buku yang terbit itu laku di pasaran dan akhirnya menjadi rujukan bagi penulis penulis lainnya. “Saya belum mendapatkan buku yang nyaman seperti tulisan Pak Nur ini,” kata Nadjib yang menginformasikan bahwa buku-buku Nur Cholis sangat diminati.

“Mudah-mudahan bedah buku ini bisa memberikan manfaat dan menginspirasi bagi yang lainnya untuk menghasilkan sebuah tulisan,” ucap aktivis dakwah yang juga baru meluncurkan buku Fiqih Kekinian.

(Kisah Seorang yang Rajin Beribadah karena Ingin Jadi Takmir Masjid dan Berikut Ciri Suami yang Baik. Anda Masuk Kategori Ini?)

Peserta diskusi sempat dibuat terharu dan meneteskan air mata, saat penulis buku ini menampilkan sebuah video yang mengambarkan bagaimana Birrul Qadriyah, anak buruh tani yang mendapat beasiswa Bidik Misi untuk kuliah di Fakultas Kedokteran UGM. Dalam video itu, selain kuliah mahasiswa tersebut juga mengajar TPA dengan prinsip menghafal one day one juz.

Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Dr dr Sukadiono MM menyampaikan bahwa bedah buku ini merupakan serangkaian agenda kegiatan selama Ramadhan yang diadakan oleh takmir Masjid KH Mas Mansur UMSurabaya. Menurut Sukadiono, kegiatan ini menjadi rutinitas di kampus bukan hanya di bulan Ramadhan saja. “Kami berupaya menghidupkan kegiatan yang bisa menambah khasanah keilmuan di lingkungan civitas akademika,” ujarnya. (Dede/MN)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR